Kamis, 02 April 2015
Minggu, 22 Maret 2015
TUGAS KASUS 2-1
NAMA : Melin Kristiyanti
KELAS : 4EB12
1. Apakah anda setuju dengan pendapat yang dikemukakan cairn bahwa
klasifikasi akuntansi terlalu sederhana dan kurang relevan dalam dunia saat ini
?
apakah
usaha-usaha untuk mengklasifikasi akuntansi tidak bermanfaat dan ketinggalan
zaman ? mengapa atau mengapa tidak ?
Jawab :
saya setuju;
Ya, usaha-usaha untuk
mengklasifikasi akuntansi tidak bermanfaat dan ketinggalan zaman;
Karena adanya standar akuntansi dan semua Negara membahas
permasalahan akuntansi yang sama dan memperoleh jawaban yang sama terlepas dari
latar belakang yang berbeda.
2. Beberapa pengamat berpendapat bahwa pelaporan keuangan menjadi
semakin mirip di kalangan perusahaan “kelas dunia” perusahaan-perusahaan
multinasiona, terbesar di dunia dan khususnya yang mencatatkan sahamnya di
bursa efek utama seperti London, New York, dan Tokyo. Apakah relevansinya
pendapatan ini terhadap klasifikasi akuntansi dan apa saja factor yang
menyebabkan terjadinya hal ini ?
Jawab :
jelas tidak ada relevansi pendapat ini terhadap klasifikasi
akuntansi karena klasifikasi akuntansi itu sendiri merupakan dasar untuk
memahami dan menganalisis mengapa dan bagaimana system akuntansi nasional
berbeda-beda;
hal ini terjadi karena adanya praktik badan penentu standar, juga
regulator lain yang sering berbagi ide dan belajar satu sama lain.
Senin, 16 Maret 2015
Tugas Softskill Minggu KE-1 Akuntansi Internasional
I. PENDAHULUAN
Menjelaskan
dan memahami bagaimana akuntansi internasional berbeda dengan akuntansi lainnya
:
Iqbal, Melcher dan
Elmallah (1997:18) mendefinisikan akuntansi internasional sebagai akuntansi
untuk transaksi antar negara, pembandingan prinsip-prinsip akuntansi di
negara-negara yang berlainan dan harmonisasi standar akuntansi di seluruh
dunia.
Menurut Choi dan Muller
(1998; 1) bahwa ada tiga kekuatan utama yang mendorong bidang akuntansi
internasional kedalam dimensi internasional yang terus tumbuh, yaitu
(1) faktor lingkungan
(2) Internasionalisasi
dari disiplin akuntansi, dan
(3) Internasionalisasi
dari profesi akuntansi.
Perbedaan akuntansi
internasional dengan akuntansi lainnya terdapat pada :
1) Dalam
Akuntansi Internasional yang dilaporkan adalah perusahaan multinasional
(multinational company – MNC) yaitu perusahaan yang kantor pusatnya ada di
suatu negara namun beroperasi juga di negara-negara lainnya
2) Operasi
transaksi melintasi batas-batas Negara
3) Pelaporan
ditujukan kepada pengguna yang berlokasi di negara selain negara perusahaan
4) Perpajakan
Internasional
5) Transaksi
Internasional
Menjelaskan
dan memahami bagaimana akuntansi internasional menjadi bidang yang luas :
Dalam akuntansi
internasional dibagi menjadi tiga bidang, termasuk proses akuntansi yang luas
antara lain:
1. Pengukuran (Measurements)
Membantu dalam proses
mengidentifikasi, mengelompokkan dan menghitung aktivitias dan transaksi,
memberikan masukan mendalam mengenai profitabilitas, operasi dan kekuatan
posisi keuangan perusahaan.
2. Pengungkapan (Disclosure)
Proses dimana
pengukuran akuntansi dikomunikasikan kepada para pengguna laporan keuangan dan
digunakan dalam pengambilan keputusan atau proses mengkomunikasikan kepada para
pengguna.
3. Auditing (Auditing)
Proses dimana para
kalangan professional akuntansi khusus (auditor) melakukan atestasi (pengujian)
terhadap keandalan proses pengukuran dan komunikasi.
Mengetahui sejarah
akuntansi internasional dan tren kebijakan sektor keuangan nasional
Sejarah Akuntansi
Internasional
Awalnya, akuntansi
dimulai dengan sistem pembukuan berpasangan (double entry bookkeeping) di
Italia pada abad ke 14 dan 15. Sistem pembukuan berpasangan (double entry
bookkeeping), dianggap awal penciptaan akuntansi. Akuntansi modern dimulai
sejak double entry accounting ditemukan dan digunakan didalam kegiatan bisnis
yaitu sistem pencatatan berganda (double entry bookkeeping) yang diperkenalkan
oleh Luca Pacioli (th 1447). Luca memperkenalkan 3 (tiga ) catatan penting yang
harus dilakukan:
a.
Buku Memorandum, adalah buku catatan mengenai seluruh informasi transaksi
bisnis.
b.
Jurnal, dimana transaksi yang informasinya telah disimpan dalam buku memorandum
kemudian dicatat dalam jurnal.
c.
Buku Besar, adalah suatu buku yang merangkum jurnal diatas. Buku besar
merupakan centre of the accounting system (Raddebaugh, 1996).
Tahun 1850-an double
entry bookkeeping mencapai Kepulauan Inggris yang menyebabkan tumbuhnya
masyarakat akuntansi dan profesi akuntansi publik yang terorganisasi di
Skotlandia dan Inggris tahun 1870-an. Praktik akuntansi Inggris menyebar ke
seluruh Amerika Utara dan seluruh wilayah persemakmuran Inggris.
Paruh Pertama abad 20,
seiring tumbuhnya kekuatan ekonomi Amerika Serikat, kerumitan masalah akuntansi
muncul bersamaan. Kemudian Akuntansi diakui sebagai suatu disiplin ilmu
akademik tersendiri. Setelah Perang Dunia II, pengaruh Akuntansi semakin terasa
di Dunia Barat. Bagi banyak negara, akuntansi merupakan masalah nasional dengan
standar dan praktik nasional yang melekat erat dengan hukum nasional dan aturan
profesional.
Trend Kebijakan Sektor
Keuangan Nasional
Rapat Dewan Gubernur
(RDG) Bank Indonesia pada 10 Januari 2013 memutuskan untuk mempertahankan BI
Rate sebesar 5,75%. Tingkat suku bunga tersebut dinilai masih konsisten dengan
sasaran inflasi tahun 2013 dan 2014, sebesar 4,5% ± 1%. Evaluasi menyeluruh
terhadap kinerja tahun 2012 dan prospek tahun 2013-2014 menunjukkan
perekonomian Indonesia tumbuh cukup tinggi dengan inflasi yang tetap terkendali
dan rendah. Kinerja tersebut tidak terlepas dari berbagai kebijakan yang
ditempuh Bank Indonesia dan Pemerintah untuk menjaga stabilitas makro dan
momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah perlambatan ekonomi dunia.
Fokus kebijakan Bank Indonesia saat ini diarahkan untuk mengelola keseimbangan
eksternal dan stabilitas nilai tukar Rupiah sesuai kondisi fundamentalnya. Ke
depan, Bank Indonesia juga akan memperkuat bauran kebijakan moneter dan
makroprudensial serta mempererat koordinasi dengan Pemerintah untuk mengelola
permintaan domestik agar sejalan dengan upaya menjaga keseimbangan eksternal,
mencapai sasaran inflasi, dan kesinambungan pertumbuhan ekonomi nasional.
Pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2012 lebih rendah dari tahun sebelumnya.
Perekonomian Indonesia
pada 2012 tumbuh cukup tinggi sebesar 6,3% dan diprakirakan akan meningkat pada
2013 dan 2014. Daya tahan perekonomian selama ini didukung oleh stabilitas
makro dan sistem keuangan yang terjaga sehingga mampu memperkuat basis
permintaan domestik. Kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada tahun 2012
masih mencatat surplus, meskipun mengalami tekanan defisit transaksi berjalan.
Nilai tukar Rupiah pada
2012 mengalami depresiasi dengan volatilitas yang cukup rendah. Rupiah secara
point-to-point melemah 5,91% (yoy) selama tahun 2012 ke level Rp9.638 per dolar
AS. Tekanan depresiasi terutama terjadi pada triwulan II dan III tahun 2012
terkait dengan memburuknya kondisi perekonomian global, khususnya di kawasan
Eropa, yang berdampak pada penurunan arus masuk portfolio asing ke Indonesia.
Inflasi sepanjang tahun 2012 tetap terkendali pada level yang rendah dan berada
pada kisaran sasaran inflasi sebesar 4,5%±1%. Stabilitas sistem keuangan dan
fungsi intermediasi perbankan tetap terjaga dengan baik.
Kebijakan Bank Indonesia
akan diarahkan untuk mengelola permintaan domestik agar sejalan dengan upaya
untuk menjaga keseimbangan eksternal. Bank Indonesia akan terus memperkuat
bauran kebijakan melalui lima pilar kebijakan. Pertama, kebijakan suku bunga
akan ditempuh secara konsisten dengan prakiraan inflasi ke depan agar tetap
terjaga dalam kisaran target yang ditetapkan. Kedua, kebijakan nilai tukar akan
diarahkan untuk menjaga pergerakan Rupiah sesuai dengan kondisi fundamentalnya.
Ketiga, kebijakan makroprudensial diarahkan untuk menjaga kestabilan sistem
keuangan dan mendukung terjaganya keseimbangan internal maupun eksternal.
Keempat, penguatan strategi komunikasi kebijakan untuk mengelola ekspektasi
inflasi. Kelima, penguatan koordinasi Bank Indonesia dan Pemerintah dalam
mendukung pengelolaan ekonomi makro, khususnya dalam memperkuat struktur
perekonomian, memperluas sumber pembiayaan ekonomi, penguatan respons sisi
penawaran, serta pemantapan Protokol Manajemen Krisis (PMK).
Sumber
SAFITRI, R. (2012,
April 3). Warta Warga. Retrieved Maret 9, 2013, from INTERNATIONAL
ACCOUNTING CHAPTER I
Introduction:
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/04/international-accounting-chapter-i-
introduction-richa-safitri-4eb11-21208043-softskill1/
Tugas Softskill Minggu KE-3 Akuntansi Internasional
III. AKUNTANSI
KOMPARATIF
Akuntansi
komparatif adalah akuntansi untuk transaksi internasional, perbandingan prinsip
akuntansi antar Negara yang berbeda dan harmonisasi berbagai standar akuntansi
dalam bidang kewenangan pajak, auditing dan bidang akuntansi lainnya.
Mengidentifikasi
istilah standar akuntansi dan penentuan standar
Standar
akuntansi adalah regulasi atau aturan (termasuk pula hukum dan anggaran dasar)
yang mengatur penyusunan laporan keuangan. Penetapan standar adalah proses
perumusan atau formulasi standar akuntansi. Standar merupakan hasil dari
penetapan standar. Namun, praktek sebenarnya berbeda dari yang ditentukan
standar. Hal itu disebabkan 4 hal:
a) Di kebanyakan negara
hukuman atas ketidakpatuhan dengan ketentuan akuntansi resmi cenderung lemah
dan tidak efektif;
b) Secara sukarela
perusahaan boleh melaporkan infomasi lebih banyak daripada yang diharuskan;
c) Beberapa Negara
memperbolehkan perusahaan untuk mengabaikan standar akuntansi jika dengan
melakukannya operasi dan posisi keuangan perusahaan akan tersajikan secara
lebih baik hasil; dan
d) Di beberapa Negara
standar hanya berlaku untuk laporan keuangan perusahaan secara tersendiri, dan
bukan untuk laporan konsolidasi.
Menurut Twedie, standar
akuntansi dihasilkan dari lima interaksi, yaitu:
1) peristiwa
ekonomi,
2) kepentingan
pribadi,
3) penyebaran
ide-ide,
4) perjalanan
sejarah ,
5) pengaruh
internasional.
Sedangkan menurut Nobes
dan Parker mengatakan faktor budaya, sosial dan politik merupakan faktor
dominan yang mempengaruhi regulasi akuntansi di berbagai negara. Dengan
demikian jelas bahwa penentuan standar akuntansi tidak hanya menyangkut masalah
teknis.
Penentuan Standar
Penentuan standar
akuntansi melibatkan gabungan kelompok sektor swasta yang meliputi profesi
akuntansi, pengguna dan penyusun laporan keuangan, para karyawan dan kelompok
publik yang meliputi badan-badan seperti otoritas pajak, kementrian yang
bertanggungjawab atas hukum komersial dan komisi pasar modal. Bursa efek yang
merupakan sektor swasta atau public (tergantung negaranya) juga mempengaruhi
proses tersebut. Di Negara-negara hukum umum, sektor swasta lebih berpengaruh
dan profesi auditing cenderung untuk dapat
mengatur sendiri dan
untuk lebih dapat melakukan pertimbangan atas atestasi terhadap penyajian wajar
laporan keuangan. Di Negara-negara hukum kode, sektor publik lebih berpengaruh
dan profesi akuntansi cenderung untuk lebih diatur oleh Negara. Hal ini yang
menyebabkan mengapa standar akuntansi berbeda-beda di seluruh dunia.
Tujuan dalam penentuan
Standar
Penentuan standar
merupakan pilihan sosial sehingga suatu standara mungkin bermanfaat bagi pihak
tertentu dan merugikan pihak lain. Kebanyakan isu-isu yang berkaitan dengan
akunyansi secara politik bersifat sensitif yang disebabkan:
(1) kebutuhan terhadap standar akuntansi muncul bila terdapat pertentangan
(2) informasi akuntansi dapat mempengaruhi tingkat kemakmuran penggunaannya
Memahami kenapa praktek
akuntansi berbeda dengan standar akuntansi yang ditentukan
Standar
akuntasi merupakan hasil dari penetapan standar, meskipun pada praktiknya
berbeda dengan yang telah ditentukan oleh standar. Perbedaan ini disebabkan
antara lain oleh:
v Hukuman
atas ketidakpatuhan terhadap ketentuan akuntansi resmi, pada kebanyakan negara
cenderung lemah dan tidak efektif.
v Perusahaan
secara sukarela boleh melaporkan informasi akuntansi lebih banyak
daripada yang
diharuskan.
v Beberapa
negara memperbolehkan perusahaan untuk mengabaikan standar akuntansi jika
dengan melakukannya maka operasi dan posisi keuangan perusahaan akan tersajikan
secara lebih baik.
v Di
beberapa negara standar akuntansi hanya berlaku untuk laporan keuangan
perusahaan itu sendiri, bukan untuk laporan konsolidasi.
Sumber
http://ismyoktia.blogspot.com/2013/03/tugas-softskill-minggu-ke-3-akuntansi.html
Tugas Softskill Minggu KE-2 Akuntansi Internasional
II.
Perkembangan dan Klasifikasi Akuntansi Internasional
Mengidentifikasi dan
menjelaskan faktor mempengaruhi perkembangan dunia akuntansi
Beberapa karakteristik
era ekonomi global yang ada dalam akuntansi internasional antara lain:
1. Bisnis
internasional
2. Hilangnya
batasan-batasan antar Negara era ekonomi global sering sulit untuk
mengindentifikasi Negara asal suatu produk atau perusahaan, hal ini terjadi
pada perusahaan multinasional
3. Ketergantungan
pada perdagangan internasional
Menurut Choi dan Muller
(1998; 1) Bahwa ada tiga kekuatan utama yang mendorong bidang akuntansi
internasional kedalam dimensi internasional yang terus tumbuh, yaitu
1. faktor
lingkungan,
2. Internasionalisasi
dari disiplin akuntansi, dan
3. Internasionalisasi
dari profesi akuntansi.
Perkembangan Akuntansi
Internasional sudah seharusnya diiringi oleh kemampuan individu yang bergerak
dalam bidang akuntansi untuk ikut andil memajukan akuntansi. Akuntansi
Internasional merupakan penghubung antarnegara. Delapan faktor yang
mempengaruhi perkembangan akuntansi internasional harus dipahami dengan baik
agar tercipta harmonisasi antarnegara yang bertransaksi.
Selain itu ada delapan
(8) factor yang mempengaruhi perkembangan akuntansi internasional, yaitu :
1. Sumber
pendanaan
Di Negara-negara dengan
pasar ekuitas yang kuat, seperti Amerika Serikat akuntansi memiliki focus atas
seberapa baik manajemen menjalankan perusahaan (profitabilitas), dan dirancang
untuk membantu investor menganalisis arus kas masa depan dan resiko terkait.Pengungkapan
dilakukan sangat lengkap untuk memenuhi ketentuan kepemilikan public yang luas.
Sebaliknya, dalam sistem berbasis kredit di mana bank merupakan sumber utama
pendanaan, akuntansi memiliki focus pada perlindungan kreditor melalui
pengukurang akuntansi yang konservatif dalam meminimumkan pembayaran dividen
dan menjaga pendanaan yang mencukupi dalam rangka perlindungan bagi para
peminjam. Oleh karena lembaga keuangan memilki akses langsung terhadap
informasi apa saja yang diinginkan, pengungkapan public yang luas dianggap
tidak perlu. Contohnya adalah Jepang dan Swiss.
Dunia barat memiliki
dua orientasi dasar: hukum kode (sipil) danhukum umum (kasus). Dalam
Negara-negara hukum kode, hukum merupakan satu
kelompok lengkap yang mencakup ketentuan dan prosedur sehingga aturan akuntansi
digabungkan dalam hukum nasional dan cenderung sangat lengkap. Sebaliknya, hukum
umum berkembang atas dasar kasus per kasus
tanpa adanya usaha untuk mencakup seluruh kasus dalam kode yang lengkap. Kodifikasi hukum utamanya
diambil dari hukum Romawi dank ode Napoleon. Dalam Negara-negara yang menganut
sistem kodifikasi hukum Latin-Romawi, hukum merupakan suatu kelompok lengkap
yang mencakup ketentuan dan prosedur. Kodifikasi standar dan prosedur akuntansi
merupakan hal yang wajar dan sesuai di sana. Dengan demikian, di Negara-negara
yang menganut kodifikasi hukum, aturan akuntansi digabungkan dalam hukum
nasional dan cenderung sangat lengkap dan mencakupi banyak prosedur.
Sebaliknya, hukum umum berkembang atas dasar kasus per kasus tanpa adanya usaha
untuk mencakup seluruh kasus dalam kode lengkap. Tentu saja, terdapat hukum
dasar, tetapi cenderung tidak terlalu detail dan lebih fleksibel bila
dibandingkan dengan sistem kodifikasi umum. Hal ini mendorong usaha coba-coba
dan memungkinkan penerapan pertimbangan. Hukum umum diambil dari kasus hukum
Inggris. Pada kebanyakan Negara hukum umum, aturan akuntansi ditetapkan oleh
organisasi professional sector swasta. Hal ini memungkinkan aturan akuntansi
menjadi lebih adaptif dan inovatif. Kecuali untuk ketentuan dasar yang luas,
kebanyakan aturan akuntansi tidak digabungkan secara langsung ke dalam hukum
dasar. Kodifikasi hukum (kode hukum) cenderung terpaku pada muatan (isi)
ekonominya. Sebagai contoh, sewa guna usaha di bawah aturan hukum umum biasanya
tidak dikapitalisasi. Sebaliknya, sewa guna usaha di bawah hukum
umum pada dasarnya dapat dikapitalisasi jika ia menjadi bagian dari pembeli
property.
3. Perpajakan
Di kebanyakan Negara,
peraturan pajak secara efektif menentukan standar karena perusahaan harus
mencatat pendapatan dan beban dalam akun mereka untuk mengklaimnya untuk
keperluan pajak. Dengan kata lain, pajak keuangan dan pajak akuntansi
adalah sama. Dalam kasus ini, sebagai contoh adalah kasus yang terjadi di
Jerman dan Swedia. Di Negara lain seperti Belanda, akuntansi keuangan dan pajak
berbeda: laba kena pajak pada dasarnya adalah laba akuntansi keuangan yang
disesuaikan terhadap perbedaan-perbedaan dalam hukum pajak. Tentu saja, ketika
akuntansi keuangan dan pajak terpisah, kadang-kadang aturan pajak mengharuskan
penerapan prinsip akuntansi tertentu. Penilaian persediaan menurut Masuk
Terakhir Keluar Pertama (last-in, first-out- LIFO) di Amerika Serikat merupakan
suatu contoh.
4. Ikatan
Politik dan Ekonomi
Faktor Politik &
Ekonomi sangat mempengaruhi perkembangan akuntansi internasional karena
kebijakan pemerintah dan keadaan ekonomi saat itu di suatu negara dapat membuat
akuntansi sulit berkembang. Ide dan teknologi akuntansi dialihkan melaui
penakhlukan, perdagangan dan kekuatan sejenis. Sistem pencatatan berpasangan
(double-entry) yang berawal di Italia pada tahun 1400-an secara perlahan-lahan
menyebar luas di Eropa bersamaan dengan gagasan-gagasan pembaruan
(rannaissance) lainnya. Kolonialisme Inggris mengekspor akuntan dan konsep
akuntansi di seluruh wilayah kekuasaan Inggris. Pendudukan Jerman selama perang
dunia II menyebabkan Perancis menerapkan Plan Comptable. Amerika Serikat memaksa
rezim pengatur akuntansi bergaya AS di Jepang setelah berakhirnya perang dunia
II. Banyak Negara-negara berkembang menggunakan sistem akuntansi yang
dikembangkan di tempat lain, entah karena dipaksakan kepada negara-negara
tersebut (seperti India) atau karena pilihan mereka sendiri (seperti
Negara-negara Eropa Timur sekarang meniru sistem akuntansi menurut aturan Uni
Eropa (EU).
5. Inflasi
Inflasi menyebabkan
distorsi terhadap akuntansi biaya histories dan mempengaruhi kecenderungan
(tendensi) suatu Negara untuk menerapkan perubahan terhadap akun-akun
perusahaan.
6. Tingkat
Perkembangan Ekonomi
Faktor ini mempengaruhi
jenis transaksi usaha yang dilaksanakan dalam suatu perekonomian dan menentukan
manakah yang paling utama. Pada gilirannya, jenis transaksi menentukan masalah
akuntansi yang dihadapi. Sebagai contoh, kompensasi eksekutif perusahaan
berbasis saham atau sekuritisasi asset merupakan sesuatu yang jarang terjadi
dalam perekonomian dengan pasar modal yang kurang berkembang. Saat ini, banyak
perekonomian industry berubah menjadi perekonomian jasa. Masalah akuntansi
seperti penilaian asset tetap dan pencatatan depresiasi yang sangat relevan
dalam sector manufaktur menjadi semakin kurang penting. Tantangan-tantangan
akuntansi yang baru, seperti penilaian asset tidak berwujud dan sumber daya
manusia semakin berkembang.
7. Tingkat
Pendidikan
Standar dan praktik
akuntansi yang sangat rumit (sophisticated) akan menjadi tidak berguna jika
disalahartikan dan disalahgunakan. Sebagai contoh pelaporan teknis yang
kompleks mengenai varian perilaku biaya tidak akan berarti apa-apa, kecuali
para pembaca memahami akuntansi biaya. Pengungkapan mengenai resiko efek
derivative tidak akan informative kecuali jika dibaca oleh pihak yang berkompeten.
Pendidikan akuntansi yang professional sulit dicapai jika taraf pendidikan di
suatu Negara secara umum juga rendah. Meksiko adalah salah satu contoh Negara
di mana permasalahan ini telah berhasil ditanggulangi. Pada situasi lainnya,
sebuah Negara harus mengimpor tenaga pelatihan atau mengirim warganya ke Negara
lain untuk memperoleh kualifikasi yang layak. Hal terakhir inilah yang saat ini
sedang diterapkan oleh Cina.
8. Budaya
Di sini budaya berarti
nilai-nilai dan perilaku yang dibagi oleh suatu masyarakat. Variable budaya
mendasari pengaturan kelembagaan di suatu Negara (seperti sistem hukum).
Hofstede mendasari empat dimensi budaya nasional (nilai social):
1. individualism,
2. jarak
kekuasaan,
3. penghindaran
ketidakpastian, dan
4. maskulinitas.
Mengetahui pendekatan
perkembangan akuntansi dalam ekonomi yang berorientasi pasar
Ada empat pendekatan
pada perkembangan akuntansi yang dapat diamati di Negara-negara barat dengan
sistem ekonomi berorientasi pasar (market oriented economic system) seperti di
usulkan oleh Mueller pada pertengahan tahun 1969-an :
1. Pola
makroekonomik
Berdasarkan pola ini
prinsip akuntansi korporasi didesain untuk memajukan tujuan makroekonomik. Pola
makroekonomik ekonomi dan bisnis didasarkan pada tiga proposisi yaitu :
Perusahaan dagang adalah unit yang esensial dalam perekonomian nasional,
perusahaan dagang mencapai tujuannya melalui kordinasi aktivitasnya dengan
kebijaksanaan ekonomi nasional, dan kepentingan publik terlayani lebih baik
jika akuntansi perusahaan dagang berhubungan erat dengan kebijaksanaan ekonomi
nasional.
2. Pola
mikroekonomik.
Kerangka kerja
akuntansi yang dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip mikroekonomik meliputi
:
3. Pendekatan
disiplin bebas.
Pertimbangan dan
perkiraan adalah bagian integral bisnis. Pebisnis yang sukses menggunakan
intuisi dan uji coba (treal and error) yang sering menjadi satu-satunya cara
menangani perubahan dalam lingkungan bisnis.
4. Pendekatan
akuntansi seragam.
Berdasarkan pendekatan
ini, akuntansi distandardisasikan dan digunakan sebagai alat pengawasan
administrative oleh pemerintah pusat. Keseragaman dalam pengukuran,
pengungkapan dan penyajian laporan akuntansi menghasilkan informasi akuntansi
yang andal terutama untuk pengawas. Berbekal info ini pengawas atas kegiatan
semua bentuk bisnis dapat dilakukan dengan lebih baik oleh perencana
pemerintah,p enguasa pajak (tax autiboritis) dan bahkan pada manajer
perusahaan.
Mengidentifikasi negara
yang dominan dalam perkembangan praktek akuntansi
Beberapa negara yang
dominan terhadap perkembangan akuntansi antara lain:
a) Prancis
b) Jepang
c) Amerika
Serikat
Dalam perkembangannya
negara Prancis dan Jepang masih kurang dominan ketimbang Amerika Serikat. Hal
ini dapat dilihat dari perkembangan akuntansi Jepang yang dalam perkembangannya
saat ini didasarkan pada IFRS yang ada.
Akuntansi Internasional
adalah dimensi internasional dalam akuntansi sebagai pengguna (users), hal-hal
yang berkaitan dengan permasalahan akuntansi dari prespektif internasional
(global) serta aturan-aturan dan standar akuntansi pada beberapa negara.
Didalam perkembangannya akuntansi internasional mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap beberapa Negara:
Didalam perkembangannya akuntansi internasional mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap beberapa Negara:
a) Sumber
pendanaan
Amerika serikat dan
Inggris memiliki pasar ekuitas yang kuat, memiliki focus atas seberapa baik
manajemen menjalankan perusahaan (profitabilitas) dan dirancang untuk membantu
investor untuk menganalisis kas masa depan dan resiko, sedangkan system berbasis
kredit memiliki focus atas perlindungann kreditor melalui pengukuran akuntansi
yang konservatif. Sebagai contoh Jepang dan swiss yang mengungkapkan
pengungkapan public secara luas dianggap tidak perlu karena lembaga keuangan
mempunyai akses yang sangat luas untuk mendapatkan informasi yang diinginkan.
b) Perpajakan
Jerman dan swedia
menentukan peraturan pajak secara efektif dengan menentukan standar akuntansi
karena perusahaan harus mencatat pendapatan dan beban dalam akun yang diklaim
pajak. Belanda menentukan laba kena pajak didasarkan pada laba akuntansi
keuangan
c) Ikatan
politik dan Ekonomi
Berawal di tali dan
menyebar di negara eropa bersama dengan gagasan pembaruan. Inggris mengekspor
akuntan dan konsep akuntansi di wilayah kekuasaan. Amerika memaksa rezim
pengatur akuntansi bergaya As di jepang dan banyak Negara yang mengunakan
system akuntansi yang dikembangkan di tempat lain entah dipaksakan atau karena
pilihan sendiri.
d) Inflansi
Inflansi mempengaruhi
kencenderungan suatu Negara menerapakan perubahan harga terhadap akun akun
perusahaan . Israel, meksiko, dan beberapa Negara di amerika selatan mengunakan
akuntansi tingkat harga umum karena berpengalaman dengan hyperinflansi.
Memiliki pengetahuan
dasar klasifikasi akuntansi dan bisa membandingkannya
Terdapat dua pendekatan
untuk klasifikasi sistem akuntansi yaitu :
1. Pendekatan
deduktif, berkaitan dengan pendekatan ini ada empat pendekatan dalam
pengembangan akuntansi.
v Macroeconomic
Pattern
Akuntansi untuk bisnis
berhubungan erat dengan kebijakan perekonomian nasional.
v Microeconomic
Pattern
Akuntansi dipandang
sebagai cabang ekonomi bisnis. Konsep utamanya adalah bagaimana memepertahankan
investasi modal dalam sebuah entitas bisnis.
v Independent
Dicipline Approach
Akuntansi dipandang
sebagai fungsi jasa dan diderivasikan dari praktek bisnis.
v Uniform
Accounting Approach
Akuntansi dipandang
sebagai alat yang efisien untuk administrasi dan kontrol.
2. Pendekatan
induktif, Nobes dalam Journal of Business Finance and Accounting (Spring, 1983)
mengidentifikasi faktor-faktor yang membedakan sistem akuntansi, yaitu :
v Tipe
pemakai laporan keuangan yang dipublikasikan
v Tingkat
kepastian hukum
v Peraturan
pajak dalam pengukuran
v Tingkat
konservatisme
v Tingkat
ketaatan penerapan dalam historical cost
v Penyesuaian
replacement cost
v Praktek
konsolidasi
v Kemampuan
untuk memperoleh provisi
v Keseragaman
antarperusahaan dalam menerapkan peraturan
Menjelaskan perbedaan
antara penyajian wajar dan kepatuhan terhadap hukum dan Negara mana yang
dominan penerapannya
Akuntansi Penyajian
Wajar VS Kepatuhan Hukum
1. Depresiasi,
di mana beban ditentukan berdasarkan penurunan kegunaan suatu aktiva selama
masa manfaat ekonomi (penyajian wajar) atau jumlah yang diperbolehkan untuk
tujuan pajak (kepatuhan hukum);
2. Sewa
guna usaha yang memiliki substansi pembelian aktiva tetap (properti)
diperlakukan seperti itu (penyajian wajar) atau diperlakukan seperti sewa guna
usaha operasi yang biasa (kepatuhan hukum);
3. Pensiun
dengan biaya yang diakrual pada saat dihasilkan oleh karyawan (penyajian wajar)
atau dibebankan menurut dasar dibayar pada saat Anda berhenti bekerja
(kepatuhan hukum).
4. Penggunaan
cadangan diskrit untuk meratakan laba dari satu periode ke periode yang lain.
Klasifikasi berdasarkan
penyajian wajar versus kepatuhan hukum menjelaskan akuntansi pada saat ini.
Pembedaan antara penyajian wajar dan kesesuaian hukum menimbulkan pengaruh yang
besar terhadap banyak permasalahan akuntansi.
Penyajian wajar dan
substansi mengungguli bentuk merupakan ciri utama akuntansi hukum. Akuntansi
hukum umum berorientasi pada kebutuhan pengambilan keputusan oleh investor
luar. Laporan keuangan dirancang untuk membantu para investor dalam menilai
kinerja manajemen dan memperkirakan arus kas dan keuntungan di masa depan.
Akuntansi kepatuhan hukum dirancang untuk memenuhi ketentuan yang dikenakan
pemerintah seperti perhitungan laba kena pajak atau mematuhi rencana ekonomi
pemerintah nasional.
SUMBER
buku
Akuntansi Internasional (International Accounting) karangan Frederick D. D.
Choi Buku 1 Edisi ke 6 penerbit Salemba 4.
Choi
D.S. Frederick & Meek K. Gary. 2005. AKUNTANSI INTERNASIONAL, EDISI 5 BUKU
1. Jakarta : Salemba Empat.
Langganan:
Postingan (Atom)